Segala puji dan puja hanya kepunyaan  Allah Tuhan Semesta alam. shalawat dan salam atas Nabi Muhammada SAW untuk keluarga dan para sahabat-sahabat nya yang Allah telah ridho kepadanya. dan semoga kita teramasuk para pengikut yang mendapat safaat dari Nabi Muhammad SAW

Dan pada artikel kali ini Kami akan mengupas sedikit mengenai Hukum Syariat tentang melaksankan ibadah Aqiqah untuk anak yang sudah tiada atau sudah meninggal. Apakah diperbolehkan secara syariat Islam atau tidak di perbolehkan secara syariat Islam.

Menjalankan ibadah Aqiqah anak yang baru lahir Sangat disyariatkan. Sebagian besar dari  para ahli ilmu dan ahli fiqh islam menghukuminya dengan hukuman wajib atas orang tuanya sebagai wali dari anak tersebut. Umumnya para ulama menghukuminya sebagai sunnah yang sangat kuat. Ini berlaku bagi anak bayi yang lahir dalam kondisi hidup, tidak ada perbedaan pendapat di hukum aqiqah . Karena perkara ini memiliki landasan dari perbuatan dan perkataan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

 

Hadits Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadits shahih menurut Tirmidzi.Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis rambutnya, dan diberi nama.

Dan dalam Hadist lainnya, Nabi Muhammad yang di Riwayatkan Dari Samurah bin Jundab, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya; ia disembelih hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Adapun  menjalankan ibadah Aqiqah terhadap anak yang lahir dalam kondisi sudah  tiada, para ahli fiqih dan ulama berbeda pendapat tentang hal ini.

Sebagian Ahli Fiqh atau ulama Islam berpendapat tetap di jalankan ibadah Aqiqah karena telah ditiupkan ruh kepada anak yang sudah meninggal ini dan kelak akan dibangkitkan pada hari kiamat. Ini pendapat dari umumnya mazhab Syafi dan  Mazhab Hanbali.

Sebagian ahli fikih atau ahli ilmu yang lain berpendapat tidak perlu di laksanakan ibadah aqiqahnya, karena ibadah aqiqah disyariatkan setelah hari ketujuh dari kelahiran bayi yang baru  lahir

Menurut Pendapat dari Ulama  Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan, anak yang lahir dalam kondisi sudah meninggal tidak perlu laksanakan aqiqahnya. Karena hewan kambing aqiqah disembelih sebagai tebusan untuk anak yang lahir, dan berharap keselamatannya, dan dijauhkan dari gangguan syetan. Seperti yang ditulis Ibnul Qayim di kitabnya Tuhfatul Wadud fi Ahkamil Maulud. Berarti, maksud dari Ibadah Aqiqah  ini tidak terpenuhi dari bayi yang lahir sudah meninggal.

Setap anak tergadai dengan Aqiqahnya adalah anak yang baru lahir jika bani adam meninggal masih bayi akan bisa memberi syafaat ke orang tuanya, jika dia diaqiqahi. Menurut Ahli Fiqh Ibnul Qayyim pendapat ini tidak dan tidak sesuai dengan ajaran nabi. Ibnul Qayyim  menyebutkan hikmah dari Ibadah aqiqah:

  1. Menjauhkan  syetan dari keturunan Adam  yang baru terlahir. Makna hadits “setiap bani adam tergadai dengan aqiqahnya” adalah dijauhkan dari syetan, sebagaimana yang pendapat yang digunakan Ibnul Qayyim.
  2. mensyiarkan kembali sunnah dari Nabi Ibrahim ‘Alaihis AS menebus Nabi Ismail AS

Namun bagi siapa yang ingin mengaqiqahi anaknya yang lahir dalam kondisi sudah meninggal dan menggapnya baik silahkan dia lakukan, kami tidak mengingkarinya. Namun pendapat yang lebih kuat, mengaqiqahi anak yang meninggal saat lahir adalah tidak disyariatkan. Wallahu A’lam.

Bagi ayah dan bunda yang berniat untuk meng-aqiqahkan buah hati nya.

Kabar Gembira Bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya yang sedangbingung, gelisah untuk mempersiapkan rencana aqiqah untuk putra putri kesayangan.

kini tak perlu khawatir lagi.

Karena kami Nur Aqiqah siap menjadi partner Ayah dan Bunda dalam ibadah aqiqah.

Kami Nur Aqiqah siap menjadi partner ayah dan bunda dalam melaksanakan ibadah aqiqah.

Salah satu jasa layanan aqiqah terpercaya dan insyallah Amanah adalah Nur Aqiqah Yogyakarta.
Pakde dan Bude dapat melakukan pemesanan aqiqah untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Hukum Mengaqiqahkan bayi yang sudah meninggal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *