Sudah bukan rahasia lagi bahwa industri tekstil merupakan salah satu jenis industri yang berpotensi menjadi penyebab permasalahan pencemaran air di kota besar. Kurangnya pengawasan serta lemahnya pengaplikasian peraturan mengenai pengelolaan limbah industri membuat banyak perusahaan masih mengabaikan pembangunan instalasi pengolahan air limbah. Sementara itu, pengolahan limbah cair pada industri tekstil ditengarai belum optimal sehingga masih menyisakan partikel-partikel zat kimia yang masih berpotensi membahayakan organisme yang hidup di sungai dan tanah.

 

Bagaimana Penerapan Pengolahan Air Limbah Pada Industri Tekstil?

Pengamatan proses pengolahan air limbah suatu industri tekstil harus dilakukan selama proses produksi serta selama proses produksi tahap akhir. Pengamatan mulai dari tahap awal hingga selama produksi berlangsung dimaksudkan untuk meminimalkan volume, konsentrasi serta kadar zat beracun yang terkandung dalam air limbah. Sedangkan pengamatan setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan pencemar hingga hasil akhir air limbah mencapai ketentuan baku mutu. Jika hasil akhir proses pengolahan belum mencapai standar baku mutu, maka proses pengolahan tersebut perlu ditinjau kembali.

Proses Pengolahan Air Limbah Pada Industri Tekstil

Proses produksi pemintalan, penenunan, penyempurnaan hingga tahap pakaian jadi menghasilkan limbah cair, padat, gas serta kebisingan. Limbah tersebut bisa berupa sisa serat, kain, benang, plastik, lumpur, debu, uap, bau, zat pewarna hingga suara bising mesin. Agar bisa mengelola semua limbah tersebut dengan optimal, perusahaan tekstil biasanya menerapkan pengelolaan limbah menggunakan kombinasi metode fisika dan biologi. Kombinasi kedua metode ini meliputi beberapa tahapan yakni penyaringan, pengendapan, pendinginan, pengembangan lumpur aktif dan lagoon.

Air limbah yang dihasilkan proses produksi akan mengalir ke dalam saluran penyaringan. Saluran penyaringan nantinya akan menyaring bahan-bahan kasar seperti kertas, kayu dan plastik agar tidak masuk ke dalam proses pengolahan selanjutnya. Bahan-bahan kasar yang tersaring akan diambil secara manual dan dibuang sebagai sampah. Air limbah kemudian akan masuk ke dalam bak aerator yang berfungsi untuk mengaduk dan meningkatkan kadar oksigen dalam air limbah.

Lalu dilanjutkan ke bak penyeragaman yang merupakan bagian dari proses pengendapan dimana debit air akan diratakan. Pengolahan limbah kemudian berlanjut  ke bak pendinginan guna menurunkan suhu air dan menurunkan debit air limbah. Pada tahap terakhir akan ditambahkan bakteri ke dalam lumpur aktif guna memisahkan partikel-partikel tersuspensi sehingga dihasilkan keluaran air limbah minim zat beracun.

Bagaimana Penerapan Pengolahan Air Limbah Pada Industri Tekstil?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *